Pusat Logistik Berikat Indonesia Meningkat 300% Dalam Setahun

Sudah setahun berlalu Pusat Logistik Berikat dibangun, pemerintah kali ini berperan penting dalam pembangunan PLB. PLB hadir untuk mengikut sertakan Indonesia agar mampu bersaing di industri logistik. Didalam kebijakan ekonomi Indonesia belum memiliki reputasi untuk membangun kawasan logistik.

Pembanguna PLB di nilai berhasil, menurut Sri Mulyani Indrawati, hingga saat ini jumlah PLB di Indonesia telah mengalami pertumbuhan yang pesat. Berarti, dunia usaha merespon baik pembangunan PLB ini dan meyakini kedepannya PLB akan berbicara banyak pada industri logistik.

"Ini kemajuan yang sangat cepat dalam setahun, dari 12 menjadi 34 dan di 42 lokasi kenaikan lebih dari 300%. Saya minta Direktorat Jenderal Bea Cukai agar terus mengawal proses perkembangan PLB, menjadi pekerjaan rumah Direktorat Jenderal Bea Cukai untuk memperbaiki policy dan pelayan yang diberikan ke pengusaha PLB," tuturnya di Kantor Ditjen Bea Cukai, Jakarta.

Ani panggilan akrab Sri Mulyani menilai, biaya logistik di Indonesia terbilang cukup tinggi, berkisaran 26% dari biaya produksi logistik. Indonesia berhasil meninggalkan negara tetangga seperti Vietnam dan Malaysia yang hanya bisa mencapai di kisaran 13%-15%. Dengan terus berkembangnya PLB logistik, diharapkan dapat semakin memangkas biaya logistik di Indonesia.

"Sehingga bagi kita untuk mengurangi biaya logistik itu menjadi sesuatu keharusan yang pada akhirnya apabila biaya logistik, company menjadi competitif, dan masyarakat bisa diharapkan mendapatkan keuntungan dalam bentuk barang-barang yang kualitasnya baik dan harganya jauh lebih murah," ungkapnya.

Rencana agar PLB mampu berkembang, Sri Mulyani ingin pemerintah berusaha untuk menghadirkan PLB pada setiap daerah di Indonesia, dan dapat memberikan kemudahan bagi dunia usaha.

Diharapkan PLB ini nantinya dapat memberikan dampak positif bagi ekonomi Indonesia. Dalam jangka panjang, Indonesia pun diharapkan dapat menjadi penghubung logistik Asia Pasifik.

"Tentu kita berharap akan membuat PLB jauh lebih atraktif dibanding negara sekitar kita, dan dikombinasikan dengan perekonomian Indonesia tumbuh cukup tinggi, market besar, daya tarik PLB akan jauh lebih besar, saya yakin kalau memperbaiki dari policy, pelayanan dan kepastian. Pasti Indonesia punya potensi besar untuk menjadi penghubung Asia Pasifik melalui PLB," tutupnya.