Tol yang Tidak Terlalu Berperan Bagi Biaya Logistik

Biaya logistik di Indonesia masih terus diusahakan untuk biasa diturunkan, berbagai cara dilakukan salah satunya melakukan pembanguna jalan tol sebagai infrastruktur keluar masuknya pengiriman logistik.

Pengamat transportasi Djoko Setiyowarno mengatakan pembangunan jalan tol di Indonesia tidak otomatis bisa memangkas biaya logistik nantinya. Pengusaha menilai transportasi seperti kereta api, pesawat, dan kapal laut jauh lebih efektif dibandingkan dengan menggunakan mobil yang mengandalkan jalan tol.

Akses darat masih dianggap terlalu lama untuk ditempu dan hanya sedikit barang saja yang bisa di kirim. Bila dibandingkan dengan kereta api yang jauh lebih cepat dan mampu mamuat banyak barang di setiap gerbongnya.

“Enggak juga pangkas biaya logistik. Justru banyak peralihan ke kereta dan kapal laut dari pada lewat darat, enggak efisien karena maksimal 500 kilometer, selebihnya harus angkut volume besar.” katanya.

Dengan adanya pengiriman barang melalui kerata api dan kapal laut, menyebabkan berkurangnya sopir logistik dengan rute antar kota. Biaya yang terlalu mahal menjadikan pengusaha beralih dari transportasi darat yang menggunakan truk.

“Pakai kapal dan kereta efisien, cari sopir juga susah. Pendapatan dulu sopir logistik antar kota bisa menguliahkan anak. Sekarang enggak jauh beda dengan sopir angkutan umum. Jadi mereka ngapain jauh-jauh, orang enggak mau berlama-lama di jalan.” kata Djoko.